Dahulu, untuk melakukan manipulasi foto yang kompleks seperti menghapus objek yang rapi, mengganti langit, atau melakukan retouching wajah yang natural, kita memerlukan perangkat PC dengan spesifikasi tinggi dan software mahal seperti Adobe Photoshop.
Namun, memasuki tahun 2026, peta kekuatan teknologi telah berubah. Berkat integrasi NPU (Neural Processing Unit) pada chipset smartphone masa kini, aplikasi Android kini mampu menjalankan algoritma Generative AI yang sebelumnya hanya bisa diakses di desktop.
Berikut adalah 5 aplikasi edit foto AI gratis di Android yang mampu memberikan hasil akhir setara kualitas profesional.
1. Google Gemini (Fitur Nano Banana & Magic Editor)

Google telah merevolusi cara kita mengedit foto dengan mengintegrasikan AI langsung ke dalam ekosistem Android. Melalui fitur yang sering disebut sebagai Nano Banana atau Magic Editor, proses pengeditan kini berbasis teks (prompting).
- Mengapa Setara Desktop? Gemini menggunakan model bahasa besar untuk memahami konteks foto. Anda bisa memerintahkan: “Ubah jaket saya menjadi bahan kulit hitam” atau “Hapus orang di latar belakang dan ganti dengan suasana pegunungan Alpen.” Hasil blending cahayanya sangat akurat, sesuatu yang biasanya membutuhkan teknik masking berjam-jam di Photoshop.
- Fitur Unggulan:
- Generative Fill: Menambah bagian foto yang terpotong.
- Object Translocation: Memindah subjek ke posisi lain tanpa merusak latar belakang.
- Kelebihan: Sangat intuitif dan terintegrasi dengan Google Photos.
2. Adobe Lightroom Mobile (Powered by Firefly)

Siapa yang tidak kenal Adobe? Versi mobile dari Lightroom kini telah disuntikkan teknologi Adobe Firefly. Ini bukan sekadar filter warna, melainkan kecerdasan buatan yang mampu mengenali setiap inci bagian foto secara terpisah.
- Mengapa Setara Desktop? Kemampuan Adaptive Presets di Lightroom Mobile memungkinkan AI mendeteksi subjek, langit, atau kulit secara otomatis. Anda bisa mengedit langit tanpa memengaruhi pencahayaan pada orang di depannya.
- Fitur Unggulan:
- Generative Remove: Menghapus objek dengan pengisian tekstur yang sangat realistis (berbasis AI Firefly).
- Lens Blur AI: Memberikan efek bokeh yang optiknya mendekati lensa kamera full-frame.
- Kelebihan: Manajemen warna (color grading) paling akurat di kelasnya.
3. Picsart AI Photo Editor
Picsart telah bertransformasi dari sekadar aplikasi “tempel stiker” menjadi powerhouse kreatif berbasis AI. Mereka adalah salah satu pionir dalam menghadirkan fitur text-to-image langsung di HP.
- Mengapa Setara Desktop? Picsart menawarkan kontrol layer (lapisan) yang kompleks mirip dengan software desktop. Dengan bantuan AI, Anda bisa melakukan Remove Background dengan tingkat kerapian helai rambut yang luar biasa.
- Fitur Unggulan:
- AI Replace: Mengganti bagian tertentu dari foto (misal: mengganti sepatu) hanya dengan coretan tangan.
- AI Enhance: Memperbaiki resolusi foto yang pecah (upscaling) hingga 4x lipat tanpa kehilangan detail.
- Kelebihan: Sangat lengkap untuk kebutuhan desain grafis media sosial.
4. Snapseed (Google’s Hidden Gem)
Meski tampilannya sangat sederhana dan tanpa iklan, Snapseed tetap menjadi favorit para fotografer purist. Meski tidak “seberisik” aplikasi lain soal label AI, algoritma internal Snapseed sangat cerdas dalam mengolah data RAW.
- Mengapa Setara Desktop? Fitur Control Point di Snapseed menggunakan teknologi U Point yang dulu merupakan plugin mahal di desktop. Ia memungkinkan pengeditan lokal pada area tertentu berdasarkan warna dan tekstur secara otomatis.
- Fitur Unggulan:
- Expand: Memperlebar bingkai foto dengan memprediksi apa yang ada di luar gambar asli.
- Head Pose: Mengubah kemiringan wajah secara 3D menggunakan pemetaan AI.
- Kelebihan: Sepenuhnya gratis, tanpa langganan, dan tanpa watermark.
5. Lensa AI (Retouching Spesialis)
Jika fokus Anda adalah potret manusia atau portrait photography, Lensa AI adalah jawabannya. Aplikasi ini membawa teknik high-end retouching ke dalam genggaman.
- Mengapa Setara Desktop? Melakukan skin retouching di desktop memerlukan teknik Frequency Separation yang sulit. Lensa AI melakukannya secara otomatis: menghapus noda kulit tanpa menghilangkan tekstur pori-pori, sehingga hasil tidak terlihat seperti “plastik”.
- Fitur Unggulan:
- Magic Correction: Perbaikan wajah otomatis dalam satu ketukan.
- Background Replacement: Memisahkan subjek dan latar dengan sangat presisi, memungkinkan pengeditan latar belakang secara terpisah (depth-aware editing).
- Kelebihan: Hasil akhir yang sangat artistik dan elegan.
Mengapa Harus Menggunakan AI di Android?
Menggunakan aplikasi AI di Android bukan lagi soal “terpaksa karena tidak ada PC”, melainkan soal efisiensi. Teknologi Edge AI memungkinkan pemrosesan data dilakukan secara lokal di perangkat, yang berarti:
- Kecepatan: Apa yang memakan waktu 15 menit di desktop bisa selesai dalam 15 detik di HP.
- Aksesibilitas: Anda bisa mengedit hasil pemotretan langsung di lokasi (on-the-go).
- Biaya: Sebagian besar fitur dasar aplikasi ini gratis, berbeda dengan lisensi software desktop yang mencapai jutaan rupiah per tahun.
Tips Profesional: Untuk hasil terbaik, selalu potret menggunakan format RAW jika ponsel Anda mendukung. Menggabungkan file RAW dengan pengolahan AI di aplikasi seperti Lightroom Mobile akan memberikan dynamic range yang setara dengan kamera DSLR profesional.
Kesimpulan
Masa depan photo editing ada di tangan Andaโsecara harfiah. Dengan memanfaatkan aplikasi seperti Google Gemini untuk manipulasi kreatif atau Lightroom untuk akurasi warna, batas antara karya profesional dan amatir kini semakin tipis.
